dari seribu bukit itu aku tumbuh
hingga kemudian aku putuskan untuk melihat lebih luas dunia
dan merasakan langit dari ketidak terbatasannya
dari anginnya atau dari obrolan burung yang tak henti-hentinya
bersatulah aku dengan keheningan,
membaur di kebiruan,
mengacak-ngacak awan yang bergumpal
lantas menadahi hujan dari titik ke titik
menguapkan semua bara dalam tubuh dan kerentaan ini
di senja, aku berbaur dalam jingga
bertengger diantara awan-awan yang semakin menipis terkikis matahari
menonton burung yang berkelibatan,
bernyanyi bersama kicauan-kicauannya
tenggelam dalam dongeng-dongeng negeri seberang
dari serbu bukit itu aku tumbuh
menghabiskan waktu bersama langit dan burung-burung peraduan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar