Senin, 02 Januari 2012

Tangkai ke tiga, setangkai tentang bangsa --IBU PERTIWI

Dia lahir dari pertumpahan darah yang tercecer di negeri ini
Dia lahir dari rasa lapar yang panjang di negeri ini
Dia lahir dari terhentinya detak ribuan jantung
Dia lahir dari sayatan-sayatan pisau yang mencabik-cabik sejarah bangsa
Dia lahir dari bahasa, tarian, nyanyian, intan, sawah, gunung, dan lautan

Dia sebuah negri yang sedang meneteskan air mata,
Dia sebuah negeri yang dikotori punggawa-punggawa busuk
Dia sebuah negeri yang ditelanjangi bangsanya sendiri
Dia ibu pertiwi yang selalu meneteskan air mata

Apakah cukup kata-kata pelipur lara
Apakah cukup jari lentikmu mengusap mata intannya
Jika semua itu tak pernah bisa mengembalikan yang telah tiada
Kenangan kilauan-kilauan intan
Kenangan hijau serat-serat biru yang merona
Kenangan kematian

Bukit-bukit di negeriku kini tenggelam
Oleh darah dan air mata
Pesona-pesona di negeriku kini tersapu
Oleh angin dan gertakan-gertakan barat
Dan Acehku, Jawaku, Baliku, papuaku, Ponorogoku
Samanku, Reogku, laguku .. Indonesiaku .!!! Jiwaku!!!
Hah ... hah...
Aku tak lagi berpunya karena topeng-topeng digadaikan
Aku tak lagi berpunya karena konde-konde digelar
Kebaya-kebaya di bakar

Aku tak lagi menari,
Aku tak lagi bernyanyi
Aku tak lagi ber- ibu pertiwi
Aku mati telanjang bersama ibu pertiwi..
Hanyut dalam tangisan abadinya..
Indonesia ku ... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar