Jumat, 16 September 2011

Yang Tersembunyi dalam Abstraksi

Ada yang terbangun . terbelalak mata dari gelap ke gelap di sudut lain.
Dormansi,  terpanggang dalam nyata kerikil.. lekuk-lekuk kering, dari palung palung dan puncaknya.. terbilanglah mimpi, sunyi dulu harap respati.. 
Keras-keras kecil kelabu,
kau yang tahu .. sepasang bibir menyentuh dan polanya membawa senyumku jua..
senyum yang terasa seperti pelangi di abu dan hitamnya langit
Terimakasih, kau tanyakan mimpi di pagi itu
duduk bersamaku dalam abstraksi yang kita mengerti
layaknya raflesia dalam mata dan hidung orang-orang  
kau datang
membawa senyumku jua
dan kemudian hilang dalam genggam dan peluk
layaknya pelangi dalam mata dan tangan orang-orang
ada yang terbangun dari palung-palung sampai puncak-puncak
menidurkan kelabu dan memberi kenyataan warna
Terimakasih kau dan abstraksi di langit-langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar